RubriKnews.com, BENGKULU UTARA – Terkait milyaran dana di humas Setdakab Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bengkulu Utara (BU) sejak tahun 2016 hingga Tahun 2018 yang diduga jadi ladang korupsi, Asisten III Setdakab BU Ramadanus, SE, dikonfirmasi mengaku tidak tahu soal keluar masuk anggaran dana di humas Setdakab BU.
Baca : Waw, Milyaran Dana Humas Setdakab Bengkulu Utara Disinyalir Ladang Korupsi
“Saya tidak tahu soal dugaan itu, karena saya sendiri tidak mengetahui seperti apa dan jumlah berapa dana di Humas Setdakab BU,” ujar Danus.
Diketahui, terkait statemen Danus yang mengaku tidak tahu soal anggaran di Humas Setdakab Pemda BU ini ini syarat dipertanyakan?. Padahal sebelumnya, Kabag Humas Setdakab BU meminta kepada awak media agar mengkonfirmasi ke atasannya langsung terkait pengeloaan keuangan anggaran tersebut, mengingat dirinya tidak bisa dikonfirmasi. Namun demikian, Danus menegaskan akan memanggil pihak Humas Setdakab untuk mengetahui kebenaran informasi ini.
“Saya panggil dulu pihak Humas untuk meminta penjelasan terkait hal ini, karena saya sendiri saat ini belum bisa berkomentar terlalu jauh lantaran tidak pernah menerima laporan sama sekali dari Humas Setdakab BU, meskipun saya merupakan atasan langsung Humas Setdakab BU,” bebernya.
Ketika disinggung, dana milyaran rupiah yang dikelola oleh Humas Setdakab BU, khususnya untuk belanja publikasi yang senilai mencapai Rp. 1,9 Milyar, hanya digelontorkan kepada 31 media baik cetak, elektronik maupun online hingga mingguan, Danus pun kembali mengelak untuk menjawab lebih jauh. Ia pun mengungkapkan, bahwa dirinya benar-benar tidak mengetahui jumlah dan seperti apa realisasi anggaran dana publikasi di Humas Setdakab BU tersebut.
“Nanti saya akan berikan komentar setelah saya mengkonfirmasi hal ini terlebih dahulu kepada pihak Humas,” tutupnya.
Untuk diketahui, sejak tahun 2016 hingga tahun 2018, dana belanja jasa publikasi di Humas Setdakab Pemda BU mencapai milyaran Rupiah. Sekdar informasi, untuk tahun 2018 saja dana tersebut mencapai Rp. 1,9 Milyar. Sementara, untuk kerjasama dengan pihak ketiga perusahaan media, data yang berhasil dihimpun awak media hanya mencapai 31 media.
Laporan : Redaksi

